RSS
Container Icon

::. Xiong Jianguo : Merawat Dan Membesarkan Bayi Yang Di Temukan Ditempat Sampah .::

Selalu berbuat baik dan menolong sesama makhluk Tuhan yang membutuhkan adalah hal wajib yang harus kita lakukan. Dan memang pada sejatinya manusia adalah makhluk sosial, dimana seorang manusia tidak bisa hidup dan berdiri sendiri, kapan pun dan dimana pun pasti saja kita sebagai manusia membutuhkan bantuan orang lain meskipun itu tidak direncanakan sekali pun.

Namun, sebenarnya untuk berbuat baik kepada sesama dan menolong mereka yang membutuhkan tidak ada patokan keadaan ataupun umur yang ditentukan. Apapun keadaan kita dan berapa pun umur kita bukanlah suatu halangan. Seperti salah satu contoh seorang tuna wisma yang akan kita bahas kisahnya di bawah ini, meskipun kita tahu bahwa seorang tuna wisma hidup dalam segala keterbatasan tetapi itu bukanlah suatu halangan dan alasan untuk ia berbuat baik. Dimana apa yang dilakukan oleh seorang tuna wisma tersebut mampu menggetarkan hati semua orang yang mengetahui kisahnya, dan sikap baik darinya juga mampu membuka mata mereka yang selama ini tidak mau membantu dan menolong orang yang membutuhkan. Untuk lebih jelasnya mari kita simak kisahnya di bawah ini.

Menemukan Bayi Di Tempat Sampah

Xiong Jianguo adalah seorang gelandangan yang selama ini hidup di kolong jembatan di kota Nanchang, China. Ia merupakan lelaki paruh baya yang pekerjaan sehari-harinya adalah memunguti botol plastik untuk bisa dijual. Nah, pada suatu hari ketika ia sedang mencari botol bekas di sebuah tempat pembuangan sampah, ia dengan tidak sengaja mendengar sebuah tangisan bayi. Dengan hati-hati pria tersebut mencari asal suara tangisan bayi tersebut, dan tidak lama dari itu ia menemukan seorang bayi perempuan dalam sebuah kotak dengan dibaluti oleh selimut. Ia sangat terkejut dengan apa yang ditemukannya tersebut, dan ia meyakini bahwa bayi tersebut lahir dari sebuah keluarga yang tidak menginginkannya.


Ketika melihat keadaan bayi yang tidak berdosa ini tidak berdaya, rasa kemanusiaan Xiong Jianguo tergugah. Karena kasihan, pria ini kemudian membeli sebuah botol dan memberikan bayi tersebut minum. Dengan kebaikan hatinya, pada saat itu ia merasa ingin merawatnya serta membesarkannya, ia tidak peduli bagaimana pun keadaannya dan berapa berat tantangan yang harus ia hadapi di depan, namun ia berjanji pada dirinya sendiri bahwa ia akan terus merawat dan membesarkan anak itu hingga pada akhirnya anak tersebut dapat hidup mandiri.

Meskipun di daerahnya tersebut ada panti asuhan, tetapi ia tidak ingin mempercayakan bayi yang ia temukan itu pada panti asuhan, karena pria tersebut tidak mempercayai bahwa panti asuhan bisa memberikan tempat tinggal yang baik.


Membesarkan Bayi Tersebut Dengan Penuh Kasih Sayang

Yanyan, itulah nama sederhana yang diberikan oleh Xiong Jianguo kepada bayi yang ia temukan tersebut. Sejak memutuskan untuk merawat bayi tersebut, sejak itulah ia mulai memberikan kasih sayang yang penuh seperti seorang ayah kandung kepada anaknya. Karena Xiong Jianguo merasa bahwa tanggungan hidupnya bertambah, ia kemudian bekerja semakin giat lagi dalam setiap harinya. Ia bekerja tanpa mengenal rasa lelah, semua jalan ditelusurinya untuk mencari botol-botol bekas, berangkat pagi dan pulang sore sudah tidak dipikirkannya lagi yang terpenting dirinya bisa menghidupi anak yang ditemukannya tersebut. Sungguh luar biasa apa yang dilakukan oleh Xiong Jianguo, pada zaman sekarang ini tentunya saangat susah untuk bisa menemukan orang sepertinya. Pasalnya kebanyakan orang pada saat ini rela membantu hanya demi sebuah upah tertentu.

Semakin hari Yanyan semakin tumbuh besar dan menjadi balita yang sehat. Pada saat itu, umur Yanyan sudah pantas untuk masuk sekolah, namun karena tidak memiliki alamat yang jelas pada saat itu dirinya tidak bisa sekolah. Namun meskipun begitu, niat belajar dari bocah tersebut tidaklah padam, ia tetap belajar membaca, menulis serta berhitung dari ayah angkat yang sangat menyayanginya tersebut. Tidak hanya itu, para gelandangan yang ada disekitarnya juga selalu membantunya, bahkan ia belajar membaca puisi dari mereka.

Meskipun ia dibesarkan dengan keadaan yang serba terbatas, mungkin juga kurang asupan vitamin seperti anak pada umumnya tetapi Yanyan sangat brilian, menurut ayah dan orang-orang sekitarnya ia dapat dengan cepat belajar dan memahami apa yang sebelumnya ia belum ketahui. Meskipun kita tahu tinggal di jalanan tidaklah mudah, tetapi Yanyan tidak pernah mengeluh sama sekali dan tentunya sifat tersebut ditanamkan oleh sang ayah tercinta.


Pada suatu saat kisah kebaikan Xiong Jianguo diketahui oleh semua orang, bahkan ada seorang reporter yang mengunjungi mereka. Pada saat itu, reporter tersebut menemukan kondisi yang sangat mengharukan dari Yanyan, dimana ia memiliki bekas gigitan nyamuk disekujur tubuhnya. Lebih dari itu, Yanyan juga mengakui bahwa tidak jarang mereka kekurangan makan dalam setiap harinya. Namun, gadis kecil tersebut mengatakan dengan ceria, "Apapun dan bagaimanapun yang terjadi, setiap tahun tepatnya pada hari ulang tahunku, dimana pada saat itu ayah menemukan dan menyelamatkanku, aku mendapatkan kue kecil dan kemudian pergi ke sebuah studio untuk berfoto dan mengabadikan hari itu agar aku memiliki kenangan ".

Sungguh luar biasa, meskipun mereka hidup dalam keterbatasan tetapi keduanya bisa hidup bahagia dan juga saling melengkapi. Dan memang kebahagiaan tidak dapat diukur dari berapa banyak uang atau kekayaan yang dimiliki saat ini, tetapi seberapa besar kita mensyukurinya.

Nah, sahabat apa yang dilakukan oleh Xiong Jianguo patut kita jadikan contoh, karena meskipun hidup dalam keterbatasan tetapi ia memiliki hati yang sangat baik dan rela menolong sesama yang membutuhkan. Seburuk apapun keadaan kita tetapi berbuat baik terhadap sesama adalah hal yang perlu di lakukan. Semoga anda terinspirasi.


Sumber Dari : http://bisikan.com

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 comments: