RSS
Container Icon

::. Inilah 4 Nabiyullah Yang Katanya Masih Hidup Sampai Sekarang .::



Tidak ada manusia yang kekal hidup di dunia ini kecuali Allah SWT. Bahkan kematian dan segala sesuatu terkait menghidupkan dan mematikan itu juga hanya dilakukan oleh Allah SWT. Namun Allah SWT telah mengutus sejumlah Nabi untuk menjalankan perintahnya terkait segala urusan umatnya di dunia.


Manusia dan Nabi sama – smaa mahluk Tuhan yang tidak abadi. Allah SWT bisa saja mengakhiri kematian Nabi-Nya ketika waktu tugas Nabi tersebut telah usai. Jika kini sudah banyak manusia yang pulang ke rahmatullah , tetapi ada Nabi yang sampai saat ini masih hidup.

Para Nabi yang masih hidup sampai sekarang ini diantaranya Nabi Idris a.s., Nabi Ilyas a.s., Nabi Khidlir a.s.. dan Nabi Isa a.s.. Keempat Nabi tersebut punya kisah hidup yang sangat panjang.

Mau tahu seperti apa kisah Nabi yang masih hidup sampai sekarang ini ? seperti yang dilansir dari Muslimahdaily.com, inilah dia diantaranya :

Nabi Idris ‘Alaihissalam

Nabi Idris adalah keturunan keenam dari Nabi Adam, putra dari Yarid bin Mihla’iel bin Qinan bin Anusy bin Shiyth bin Adam a.s. yang menjadi keturunan pertama yang diutus menjadi nabi setelah Adam dan Shiyth. Menurut kitab tafsir, beliau hidup 1.000 tahun setelah Nabi Adam wafat.


Pada zaman Nabi Idris, manusia berbicara dengan 72 bahasa dan telah mampu mendesain kota-kota mewah. Kota yang telah dibangun pada waktu itu sebanyak 188 kota. Saat itu bumi dibagi menjadi empat bagian dan setiap bagian tersebut memiliki raja sendiri. Nama-nama raja tersebut adalah Elaus, Zous, Asghalebioos, dan Zous Amon.

Nabi Idris mewarisi ilmu Nabi Syits bin Adam. Setelah beranjak dewasa, Allah mengangkatnya sebagai nabi. Beliaupun melarang orang-orang berbuat kerusakan yang menentang syariat Nabi Adam dan Nabi Syits, tetapi hanya sedikit yang menaatinya.

Pada suatu malam atas seizin Allah SWT, Malaikat Maut datang menemuinya, sambil membawa makanan dari Syurga. Nabi Idris menikmati makanan itu. Kemudian Nabi Idris berkata kepada Malaikat Maut: “Wahai tuan, marilah kita nikmati makanan ini bersama-sama.” Tetapi Malaikat itu menolaknya.

Pada suatu pagi Nabi Idris meminta kepada Malaikat tersebut untuk menemaninya berjalan jalan melihat keindahan alam. Di tengah perjalanannya mengajukann sebuah permintaan

“Wahai Malaikat Maut, kabulkanlah satu permintaanku kepadamu, iaitu agar tuan mencabut nyawaku, kemudian tuan mohonkan kepada Allah agar Allah menghidupkan saya kembali, supaya aku dapat menyembah Allah Setelah aku merasakan dahsyatnya sakaratul maut itu.”

“Allah mengangkatnya ke langit dan melepaskan ruhnya. Kemudian Ibnu Abbas bertanya kepada Ka’ab mengenai firman Allah, “Kami mengangkatnya ke tempat (martabat) yang tinggi,” (QS. Maryam [19]: 57).

Allah memuji Idris dengan menaikannya ke langit. Sebab biasanya, yang diangkat ke langit hanya mereka yang memiliki dan kedudukan yang tinggi. Karena itu, Allah berfirman mengenai para malaikat,

“Malaikat-malaikat yang di sisi-Nya, mereka tiada mempunyai rasa angkuh untuk menyembahnya,” (QS. Al-Anbiya’ [21]: 19)

Karena ketekunannya dalam beribadah dan menuntut ilmu, nabi Idris dikaruniai Allah SWT pengetahuan yang luas dan dalam. Beliau inilah manusia pertama yang menulis dengan menggunakan pena, dan menjadi Satu satunya Nabi yang tinggal di Surga tanpa mengalami kematian.

Di dalam Al-Quran, nama Idris as disebutkan 2 kali, yaitu:

Dan ceritakanlah (hai Muhammad kepada mereka, kisah) Idris (yang tersebut) di dalam Al Quran. Sesungguhnya ia adalah seorang yang sangat membenarkan dan seorang nabi. Dan Kami telah mengangkatnya ke martabat yang tinggi. (QS. Maryam [19]:56,57)

Dan (ingatlah kisah) Ismail, Idris dan Dzulkifli. Semua mereka termasuk orang-orang yang sabar. Kami telah memasukkan mereka kedalam rahmat Kami. Sesungguhnya mereka termasuk orang-orang yang saleh. (QS. al-Anbiyaa’ [21]:85,86)


Nabi Ilyas ‘Alaihissalam

Nabi yang masih hidup sampai saat ini juga diantaranya Nabi Ilyas . Dalam kisahnya , Nabi Ilyas yang sedang beristirahat, didatangi Izrail untuk menjemput roh Nabi Ilyas. S

Namun pada saat itu ,Nabi Ilyas bersedih karena ia berfikir jika dirinya mati maka dia tak akan dapat berdzikir dan bertasbih kepada Allah lagi. Keluh kesah ini didengar oleh Allah sebagai doa, sehingga dikabulkanlah permohonan Nabi Ilyas untuk terus hidup dan berdzikir kepada-Nya hingga tiba hari akhir nanti.

Allah berfirman, “Biarlah dia (Ilyas) terus hidup di taman untuk berbisik dan mengadu serta berdzikir kepada-Ku sampai hari akhir nanti.” 


Maksud ‘taman’ itu artinya sebuah lam yang dihuni oleh manusia-manusia gaib yang disebut sebagai alam Rijalul Ghaib. Alam ini pararel dengan alam kita dengan hitungan waktu yang sama, hanya saja para penghuninya tidak lekang dimakan waktu.


Nabi Khidir ‘Alaihissalam



Nabi Khidir ini juga termasuk Nabi yang masih hidup sampai saat ini. Dalam kisahnya, Nabi Khidir pernah menjadi seorang perdana menteri di negeri Babilonia, yang saat itu dipimpin oleh Sultan Iskandar.

Ad-Daraqathni riwayat dari Ibnu ‘Abbas: “Nabi Khidhir dan Nabi Ilyas bertemu setiap tahun saat musim haji, dan mereka berdua saling mencukur (tahallul) kepala satu sama yang lain.” Ibnu Hajar mengatakan sanadnya lemah. Sementara riwayat Ahmad dalam az-Zuhd dan ath-Thabarani dengan penambahan “Mereka berdua berpuasa Ramadhan di Baitul Maqdis.” Ibnu Hajar mengatakan sanadnya hasan.


Dalam “Musnad Abu Usamah” diterangkan, “Nabi Khidhir di samudra dan Nabi Ilyas di daratan, mereka bertemu tiap malam di samping tembok yang dibuat Dzul Qarnain.” (Syawahid al-Haq, hlm. 200 tentang 4 hadits yang dibawakan Ibnul Jauzi)

Nabi Khidir mendiami alam yang berbeda dan bertugas untuk memelihara lautan dan samudera. Nabi Khidir dikenal sebagai penghulu para wali Allah untuk menjalankan tugas dakwah di alam dunia.

Bukti bahwa Nabi Khidir masih hidup adalah:

1. Sayyidina Ali yang melihat Nabi Khidhir berada di Ka’bah. (Inayatul Muftaqir hlm. 52)

2. Al-Mursyi, murid Syaikh Abul Hasan asy-Syadzili mengatakan: “Nabi Khidhir masih hidup, dan aku benar-benar telah bersalaman dengan tanganku ini. Pernah suatu hari Nabi Khidhir As. mendatangiku dan beliau mengenalkan diri dan aku minta supaya diberi tahu tentang arwah-arwah orang muslim, apakah disiksa atau diberi nikmat? Andai datang kepadaku seribu ahli fikih dan mendebatku bahwa Nabi Khidhir telah wafat, maka aku tidak akan mengikuti pendapat mereka.” (Al-Madrasah asy-Syadziliyyah hlm. 186)

3. Abul Hasan asy-Syadzili yang bertemu Nabi Khidhir di padang Aidzab. (An-Nafahat asy-Syadziliyyah hlm. 280.)

4. ‘Umar bin Sinan mengatakan: “Kami berpapasan dengan Ibrahim al-Khawwash, aku berkata kepadanya: ‘Ceritakanlah kepada kami hal yang paling menakjubkan yang engkau lihat dalam perjalananmu!’ Ibrahim menjawab: ‘Aku bertemu dengan Nabi Khidhir As. dan minta untuk menemaniku dalam perjalanan, lalu aku khawatir malah merusak sifat tawakalku (kepada Allah) dengan merasa nyaman bersama dia, maka kemudian aku berpisah dengannya.” (Risalah al-Qusyairiyyah hlm. 166. )


5. Bisyr al-Hafi menceritakan: “Aku mendengar Bilal al-Khawwash berkata: ‘Satu waktu aku berada di Padang Tih Bani Isra’il. Tiba-tiba seorang laki-laki menemaniku berjalan, dan aku keheranan. Kemudian aku diberi ilham oleh Allah bahwa laki-laki tersebut adalah Nabi Khidhir As. Kemudian aku bertanya kepada laki-laki tesebut: ‘Demi kebenaran Allah yang haq siapakah saudara?’ Laki-laki tersebut menjawab: ‘Aku saudaramu, Khidhir.’ Lalu aku katakan: ‘Aku bermaksud bertanya kepadamu?’ ‘Bertanyalah!’ jawab Khidhir. Lalu Bilal bertanya: ‘Bagaimana pendapat engkau tentang asy-Syafi’i ra.?’ Khidhir menjawab: ‘Dia laki-laki yang shiddiq …’” (Ibid. hlm. 405.)

Sampai detik ini, Nabi Khidir dinyatakan masih hidup di alam itu (seperti Nabi Ilyas).


Nabi Isa ‘Alaihissalam

Dan Nabi yang masih hidup sampai detik ini yakni Nabi Isa a.s. Ia adalah anak dari Maryam, beliau tidak memiliki ayah. Maryam adalah anak Imran dan Hannah. Oleh ibunya, Maryam diserahkan ke Baitulmaqdis, dan Maryam adalah wanita yang saleh.

Pada suatu ketika, datanglah Malaikat Jibril kepada Maryam dan memberitahukan bahwa Maryam akan memperolah seorang anak yang saleh. Tentu saja Maryam sangat terkejut, karena ia belum bersuami. Namun memang demikianlah kehendak Allah, lalu Malaikat Jibril meniupkan roh suci kedalam kandungannya, maka hamillah Maryam.

Sangat berat penderitaan Maryam, dalam keadaan mengandung ia selalu diperolok-olok dan dihinakan kaumnya. Apalagi setelah bayinya lahir, orang-orang bertanya kepada Maryam "Hai Maryam, mengapa kamu sampai memiliki anak? padahal kamu ini seorang wanita baik-baik yang belum bersuami. Orang tuamu pun orang-orang yang baik pula, mengapa sekarang engkau berbuat mesum?" Mendengar hal ini Maryam tidak menjawab, kecuali hanya memberi isyarat dengan menunjuk bayinya. Sudah tentu mereka terheran-heran dan berkatalah mereka "Bagaimana mungkin kami bisa bicara dengan anak yang masih bayi?"

Maka dengan kekuasaan Allah SWT Nabi Isa a.s. yang waktu itu masih bayi dapat berbicara. Allah s.w.t. menerangkan firmannya yang artinya "Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al-kitab (Injil) dan dia menjadikan ku seorang Nabi, dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati dimana saja aku berada. Dan Dia memerintahkan kepadaku untuk mendirikan shalat dan menunaikan zakat selama aku masih hidup, dan berbakti kepada ibuku, dan dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka. Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal, dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali. Itulah Isa putra Maryam, Allah telah memfirmankan perkataan yang benar, yang mereka berbantah-bantahan tentang kebenarannya" (QS. Maryam ayat 30-34) Demikianlah dengan izin Allah SWT anak yang masih dalam pangkuan ibunya dapat berkata-kata.

Untuk melindungi anaknya, maka Maryam pindah ke Mesir bersama saudaranya Yusuf Najar. Setelah dua belas tahun, merekapun kembali ke negri Syam. Pada usia 30 tahun, diangkatlah Isa menjadi Rasul Allah, untuk menyerukan kebenaran Allah s.w.t. kepada Bani Israil.

Kepada Isa, Allah mengajarkan Al-kitab, hikmah (ilmu), Taurat, dan Injil. Dan menjadi Rasul kepada Bani Israil, kepadanya pula Allah memberikan mukjizat, yaitu:

1. Menjadikan burung daripada tanah
2. Dapat menyembuhkan orang buta sehingga bisa melihat
3. Menyembuhkan orang berpenyakit kusta
4. Dapat menghidupkan orang-orang yang telah mati
5. Menurunkan makanan dari langit ketika diminta oleh kaumnya

Adapun yang beriman kepada Nabi Isa a.s. hanyalah dua belas orang saja, dan mereka disebut Hawari yang berarti sahabat-sahabat Nabi Isa a.s. Lama kelamaan pengikut Nabi Isa a.s. semakin banyak, mereka disebut Nasara (Nasrani). Diantara sahabat-sahabat Nabi Isa a.s. ada seorang yang murtad yang bernama Yahuza Iskarius.

Dalam melaksanakan tugas menegakan kebenaran Allah s.w.t. Nabi Isa a.s. mendapat tantangan keras dari orang-orang kafir. Mereka mencari orang yang sanggup menangkap Nabi Isa a.s. dengan upah yang besar. Yahuza Iskarius si murid murtad tersebut yang sanggup melaksanakan pekerjaan itu. Pada waktu Nabi Isa a.s. sudah terkepung disuatu tempat oleh tentara kerajaan yang diperintah oleh Raja Hirdaus yang kafir, Allah s.w.t. telah berkenan mengangkat Nabi Isa a.s. ke alam gaib (ketempat yang dimuliakan Allah) dan pada waktu itu usia Nabi Isa a.s. adalah 33 tahun. Dan kemudian Allah menjadikan orang lain (Yahuza Iskarius) mirip dengan Nabi Isa a.s. dan murid yang murtad inilah yang sebenarnya tertangkap dan kemudian disalibkan.

Didalam Al-Qur'an Allah SWT menerangkan firmannya yang artinya "Telah kafirlah orang-orang yang mengatakan sesungguhnya Allah ialah Al Masih, putra Maryam. padahal Al Masih sendiri berkata "Hai Bani Israil! sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu, sesungguhnya barang siapa yang memperserikatkannya, maka Allah haramkan ia masuk surga dan tempatnya adalah dineraka yang tidak ada seorangpun penolongnya" (s Almaidah ayat 72)

Sampai sekarang, Nabi Isa masih hidup bersama para penduduk langit dan baru akan turun kembali saat Mahkamah Kubra (sering disebut ‘armagedon’) untuk mengalahkan Dajjal.


Sumber Dari : http://forum.viva.co.id

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 comments: