RSS
Container Icon

::. Kisah Mengharukan Seorang Wanita Yang Menjual Keperawanannya .::

Seorang Wanita berjalan agak ragu memasuki hotel berbintang lima, berjalan perlahan lahan dengan kepala tertunduk, setetika pula ada sosok yang datang menghampirinya.

Sang petugas satpam yang berdiri di samping pintu hotel menangkap kecurigaan pada wanita itu. Tapi dia hanya memandang saja dengan awas ke arah langkah wanita itu yang kemudian mengambil tempat duduk di lounge yang agak di pojok.

Petugas satpam itu memperhatikan sekian lama, ada sesuatu yang harus dicurigainya terhadap wanita itu. Karena dua kali waiter mendatanginya tapi, wanita itu hanya menggelengkan kepala. Mejanya masih kosong. Tak ada yang dipesan. Lantas untuk apa wanita itu duduk seorang diri. Adakah seseorang yang sedang ditunggunya.

Petugas satpam itu mulai berpikir bahwa wanita itu bukanlah tipe wanita nakal yang biasa mencari mangsa di hotel ini. Usianya nampak belum terlalu dewasa. Tapi tak bisa dibilang anak-anak. Sekitar usia remaja yang tengah beranjak dewasa.

Setelah sekian lama, akhirnya memaksa petugas satpam itu untuk mendekati meja wanita itu dan bertanya:
Maaf nona, ... Apakah anda sedang menunggu seseorang?
Tidak! ''Jawab wanita itu sambil mengalihkan wajahnya ke tempat lain.
Lantas untuk apa anda duduk di sini?
Apakah tidak boleh?
Wanita itu mulai memandang ke arah sang petugas satpam..
Maaf, Nona. Ini tempat berkelas dan hanya diperuntukan bagi orang yang ingin menikmati layanan   kami.
Maksud, bapak?
Anda harus memesan sesuatu untuk bisa duduk disini...
Nanti saya akan pesan setelah saya ada uang. Tapi sekarang, izinkanlah saya duduk di sini untuk sesuatu yang akan saya jual. Kata wanita itu dengan suara lambat.
Jual? Apakah anda menjual sesuatu di sini? Petugas satpam itu memperhatikan wanita itu. Tak nampak ada barang yang akan dijual. Mungkin wanita ini adalah pramuniaga yang hanya membawa brosur.
Ok, lah. Apapun yang akan anda jual, ini bukanlah tempat untuk berjualan. Mohon mengerti.

Saya ingin menjual diri saya, ''Kata wanita itu dengan tegas sambil menatap dalam-dalam kearah  petugas satpam itu.
Petugas satpam itupun terkesima sambil melihat ke kiri dan ke kanan. Mari ikut saya, Kata petugas satpam itu memberikan isyarat dengan tangannya.

Wanita itu menangkap sesuatu tindakan kooperativ karena ada secuil senyum di wajah petugas satpam itu. Tanpa ragu wanita itu melangkah mengikuti petugas satpam itu. Di koridor hotel itu terdapat kursi yang hanya untuk satu orang. Di sebelahnya ada telepon antar ruangan yang tersedia khusus bagi pengunjung yang ingin menghubungi penghuni kamar di hotel ini. Di tempat inilah deal berlangsung.
Apakah anda serius?
Saya serius ''Jawab wanita itu tegas.
Berapa tarif yang anda minta?
Setinggi-tingginya.
Mengapa? "Petugas satpam itu terkejut sambil menatap wanita itu.
Saya masih perawan
Perawan? ''Sekarang petugas satpam itu benar-benar terperanjat. Tapi wajahnya berseri. Peluang emas untuk mendapatkan rezeki berlebih hari ini.. Pikirnya. Bagaimana saya tahu anda masih perawan?''
Gampang sekali. Semua pria dewasa tahu membedakan mana perawan dan mana bukan.. Ya kan?

Kalau tidak terbukti?
 Tidak usah bayar
Baiklah ...'' Petugas satpam itu menghela napas. Kemudian melirik ke kiri dan ke kanan.

Saya akan membantu mendapatkan pria kaya yang ingin membeli keperawanan anda.
Cobalah.
Berapa tarif yang diminta?
Setinggi-tingginya.
Berapa?
Setinggi-tingginya. Saya tidak tahu berapa?
Baiklah. Saya akan tawarkan kepada tamu hotel ini. Tunggu sebentar ya.

Petugas satpam itu berlalu dari hadapan wanita itu. Tak berapa lama kemudian, petugas satpam itu datang lagi dengan wajah cerah.
Saya sudah dapatkan seorang penawar. Dia minta Rp. 5 juta. Bagaimana?
 Tidak adakah yang lebih tinggi?
 Ini termasuk yang tertinggi, Petugas satpam itu mencoba meyakinkan.

Saya ingin yang lebih tinggi.
Baiklah. Tunggu disini ... Petugas satpam itu berlalu. Tak berapa lama petugas satpam itu datang lagi dengan wajah lebih berseri. “Saya dapatkan harga yang lebih tinggi. Rp. 6 juta rupiah. Bagaimana?''
Tidak adakah yang lebih tinggi?''

Nona, ini harga sangat pantas untuk anda. Cobalah bayangkan, bila anda diperkosa oleh pria, anda tidak akan mendapatkan apa apa. Atau andai perawan anda diambil oleh pacar anda, andapun tidak akan mendapatkan apa apa, kecuali janji. Dengan uang Rp. 6 juta anda akan menikmati layanan hotel berbintang untuk semalam dan keesokan paginya anda bisa melupakan semuanya dengan membawa uang banyak. Dan lagi, anda juga telah berbuat baik terhadap saya. Karena saya akan mendapatkan komisi dari transaksi ini dari tamu hotel. Adilkan. Kita sama-sama butuh...

'' Saya ingin tawaran tertinggi ... '' Jawab wanita itu, tanpa peduli dengan celoteh petugas satpam itu. Petugas satpam itu terdiam. Namun tidak kehilangan semangat.

Baiklah, saya akan carikan tamu lainnya. Tapi sebaiknya anda ikut saya. Tolong kancing baju anda disingkapkan sedikit. Agar ada sesuatu yang memancing mata orang untuk membeli. '' Kata petugas satpam itu dengan agak kesal.

Wanita itu tak peduli dengan saran petugas satpam itu tapi tetap mengikuti langkah petugas satpam itu memasuki lift. Pintu kamar hotel itu terbuka. Dari dalam nampak pria bermata sipit agak berumur tersenyum menatap mereka berdua.

''Ini yang saya maksud, tuan. Apakah tuan berminat? "Kata petugas satpam itu dengan sopan.
Pria bermata sipit itu menatap dengan seksama ke sekujur tubuh wanita itu ...
Berapa? ''Tanya pria itu kepada Wanita itu.
Setinggi-tingginya ''Jawab wanita itu dengan tegas.
Berapa harga tertinggi yang sudah ditawar orang? ''Kata pria itu kepada sang petugas satpam.
Rp.6 juta, tuan!
Kalau begitu saya berani dengan harga Rp. 7 juta untuk semalam.
Wanita itu terdiam.
Petugas satpam itu memandang ke arah wanita itu dan berharap ada jawaban bagus dari wanita itu.
Bagaimana? “tanya pria itu.

''Saya ingin lebih tinggi lagi ...''Kata wanita itu. Petugas satpam itu tersenyum kecut.
Bawa pergi wanita ini. ''Kata pria itu kepada petugas satpam sambil menutup pintu kamar dengan keras.
Nona, anda telah membuat saya kesal. Apakah anda benar benar ingin menjual?
Tentu!
Kalau begitu mengapa anda menolak harga tertinggi itu ...
Saya minta yang lebih tinggi lagi ...

Petugas satpam itu menghela napas panjang. Seakan menahan emosi. Dia pun tak ingin kesempatan ini hilang. Dicobanya untuk tetap membuat wanita itu merasa nyaman bersamanya.
'' Kalau begitu, kamu tunggu di tempat tadi saja, ya. Saya akan mencoba mencari penawar yang lainnya.

Di lobi hotel, petugas satpam itu berusaha memandang satu per satu pria yang ada. Berusaha mencari langganan yang biasa memesan wanita melaluinya. Sudah sekian lama, tak ada yang nampak dikenalnya. Namun, tak begitu jauh dari hadapannya ada seorang pria yang sedang berbicara lewat telepon genggamnya.
Bukankah kemarin saya sudah kasih kamu uang 25 juta Rupiah. Apakah itu tidak cukup?... Terdengar suara pria itu berbicara.
Wajah pria itu nampak masam seketika ''Datanglah kemari. Saya tunggu. Saya kangen kamu. Kan sudah seminggu lebih kita engga ketemu, ya sayang?! ''

Kini petugas satpam itu tahu, bahwa pria itu sedang berbicara dengan wanita. Kemudian, dilihatnya, pria itu menutup teleponnya. Ada kekesalan di wajah pria itu. Dengan tenang, petugas satpam itu berkata kepada Pria itu :
''Pak, apakah anda butuh wanita ... ??? ''Pria itu menatap sekilas kearah petugas satpam dan kemudian memalingkan wajahnya.
Ada wanita yang duduk disana, ''Petugas satpam itu menujuk kearah wanita tadi. Petugas satpam itu tak kehilangan akal untuk memanfaatkan peluang ini.
Dia masih perawan..''
Pria itu mendekati petugas satpam itu. Wajah mereka hanya berjarak setengah meter.
Benarkah itu?
Benar, pak.
Kalau begitu kenalkan saya dengan wanita itu ...
Dengan senang hati. Tapi, pak ...Wanita itu minta harga setinggi tingginya.
Saya tidak peduli ... ''Pria itu menjawab dengan tegas. Pria itu menyalami hangat wanita itu.

Bapak ini siap membayar berapapun yang kamu minta. Nah, sekarang seriuslah ....'' Kata petugas satpam itu dengan nada kesal.
Mari kita bicara di kamar saja.'' Kata pria itu sambil menyisipkan uang kepada petugas satpam itu.
Wanita itu mengikuti pria itu menuju kamarnya.
Di dalam kamar ... “Beritahu berapa harga yang kamu minta?
Seharga untuk kesembuhan ibu saya dari penyakit.
Maksud kamu?
Saya ingin menjual satu satunya harta dan kehormatan saya untuk kesembuhan ibu saya. Itulah cara saya berterima kasih ....
Hanya itu ...
Ya ...!

Pria itu memperhatikan wajah wanita itu. Nampak terlalu muda untuk menjual kehormatannya. Wanita ini tidak menjual cintanya. Tidak pula menjual penderitaannya. Tidak! Dia hanya ingin tampil sebagai petarung gagah berani di tengah kehidupan sosial yang tak lagi gratis. Pria ini sadar, bahwa di hadapannya ada sesuatu kehormatan yang tak ternilai. Melebihi dari kehormatan sebuah perawan bagi wanita. Yaitu keteguhan untuk sebuah pengorbanan tanpa ada rasa sesal. Wanita ini tidak melawan gelombang laut melainkan ikut kemana gelombang membawa dia pergi.

Ada kepasrahan diatas keyakinan tak tertandingi. Bahwa kehormatan akan selalu bernilai dan dibeli oleh orang terhormat pula dengan cara-cara terhormat.
''Siapa nama kamu?
''Itu tidak penting. Sebutkanlah harga yang bisa bapak bayar ... ''Kata wanita itu
''Saya tak bisa menyebutkan harganya. Karena kamu bukanlah sesuatu yang pantas ditawar.
''Kalau begitu, tidak ada kesepakatan!
''Ada ! "Kata pria itu seketika.
''Sebutkan!
''Saya membayar keberanianmu. Itulah yang dapat saya beli dari kamu. Terimalah uang ini. Jumlahnya lebih dari cukup untuk membawa ibumu ke rumah sakit. Dan sekarang pulanglah ... Kata pria itu sambil menyerahkan uang dari dalam tas kerjanya.

''Saya tidak mengerti ...
Selama ini saya selalu memanjakan istri simpanan saya. Dia menikmati semua pemberian saya tapi dia tak pernah berterima kasih. Selalu memeras. Sekali saya memberi maka selamanya dia selalu meminta. Tapi hari ini, saya bisa membeli rasa terima kasih dari seorang wanita yang gagah berani untuk berkorban bagi orang tuanya. Ini suatu kehormatan yang tak ada nilainya bila saya bisa membayar ...

''Dan, apakah bapak ikhlas...?
''Apakah uang itu kurang? ''
''Lebih dari cukup, pak ... ''
''Sebelum kamu pergi, boleh saya bertanya satu hal? ''
''Silahkan ...''
''Mengapa kamu begitu beraninya ... ''
''Siapa bilang saya berani. Saya takut pak ... Tapi lebih dari seminggu saya berupaya mendapatkan cara untuk membawa ibu saya ke rumah sakit dan semuanya gagal. Ketika saya mengambil keputusan untuk menjual kehormatan saya maka itu bukanlah karena dorongan nafsu. Bukan pula pertimbangan akal saya yang `bodoh`... Saya hanya bersikap dan berbuat untuk sebuah keyakinan... ''

''Keyakinan apa? ''
''Jika kita ikhlas berkorban untuk ibu atau siapa saja, maka Tuhan lah yang akan menjaga kehormatan kita ...
''Wanita itu kemudian melangkah keluar kamar. Sebelum sampai di pintu wanita itu berkata :
''Lantas apa yang bapak dapat dari membeli ini ... ''
''Kesadaran... ''

Di sebuah rumah di pemukiman kumuh. Seorang ibu yang sedang terbaring sakit dikejutkan oleh dekapan hangat anaknya.
''Kamu sudah pulang, nak ''
''Ya, bu ... ''
''Kemana saja kamu, nak ... ???''
''Menjual sesuatu, bu ... ''
''Apa yang kamu jual?'' Ibu itu menampakkan wajah keheranan. Tapi wanita muda itu hanya tersenyum ... Hidup sebagai yatim lagi miskin terlalu sia-sia untuk diratapi di tengah kehidupan yang serba pongah ini. Di tengah situasi yang tak ada lagi yang gratis. Semua orang berdagang. Membeli dan menjual adalah keseharian yang tak bisa dielakan. Tapi Tuhan selalu memberi tanpa pamrih, tanpa perhitungan

''Kini saatnya ibu untuk berobat ... ''
Digendongnya ibunya dari pembaringan, sambil berkata: '' Tuhan telah membeli yang saya jual... ''.
Taksi yang tadi ditumpanginya dari hotel masih setia menunggu di depan rumahnya. Dimasukannya ibunya ke dalam taksi dengan hati-hati dan berkata kepada supir taksi:
''Antar kami ke rumah sakit"


*** SEKIAN ***

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

::. Renungan... Rp.20.000 Untuk Sang Ayah .::


Seorang pria pulang kantor terlambat, dalam keadaan lelah dan penat, saat menemukan anak lelakinya yang berumur 5 tahun menyambutnya di depan pintu.

“Ayah, boleh aku tanyakan satu hal?”
“Tentu, ada apa?”
“Ayah, berapa rupiah ayah peroleh tiap jamnya?”
“Itu bukan urusanmu. Mengapa kau tanyakan soal itu?” kata si lelaki dengan marah.
“Saya cuma mau tahu. Tolong beritahu saya, berapa rupiah ayah peroleh dalam satu jam?” si kecil memohon.
“Baiklah, kalau kau tetap ingin mengetahuinya. Ayah mendapatkan Rp 20 ribu tiap jamnya.”“Oh,”  sahut si kecil, dengan kepala menunduk. Tak lama kemudian ia mendongakkan kepala, dan berkata  pada ayahnya, “Yah, boleh aku pinjam uang Rp 10 ribu?”

Si ayah tambah marah, “Kalau kamu tanya-tanya soal itu hanya supaya dapat meminjam uang dari ayah agar dapat jajan sembarangan atau membeli mainan, pergi sana ke kamarmu, dan tidur. Sungguh keterlaluan. Ayah bekerja begitu keras berjam-jam setiap hari, ayah tak punya waktu untuk perengek begitu.”
Si kecil pergi ke kamarnya dengan sedih dan menutup pintu. Si ayah duduk dan merasa makin jengkel pada pertanyaan anak lelakinya.

Betapa kurang ajarnya ia menanyakan hal itu hanya untuk mendapatkan uang? Sekitar sejam kemudian, ketika lelaki itu mulai tenang, ia berpikir barangkali ia terlalu keras pada si anak. Barangkali ada keperluan yang penting hingga anaknya memerlukan uang Rp 10 ribu darinya, toh ia tak sering-sering meminta uang. Lelaki itu pun beranjak ke pintu kamar si kecil dan membukanya.

“Kau tertidur, Nak?” ia bertanya.
“Tidak, Yah, aku terjaga,” jawab si anak.
“Setelah ayah pikir-pikir, barangkali tadi ayah terlalu keras padamu,” kata si ayah. “Hari ini ayah begitu repot dan sibuk, dan ayah melampiaskannya padamu. Ini uang Rp 10 ribu yang kau perlukan.”
Si bocah laki-laki itu duduk dengan sumringah, tersenyum, dan berseru, “Oh, ayah, terima kasih.”
Lalu, sambil menguak bantal tempatnya biasa tidur, si kecil mengambil beberapa lembar uang yang tampak kumal dan lecek.

Melihat anaknya ternyata telah memiliki uang, si ayah kembali naik pitam. Si kecil tampak menghitung-hitung uangnya.
“Kalau kamu sudah punya uang sendiri, kenapa minta lagi?” gerutu ayahnya.
“Karena uangku belum cukup, tapi sekarang sudah.” jawab si kecil.
“Ayah, sekarang aku punya Rp 20 ribu. Boleh aku membeli waktu ayah barang satu jam? Pulanglah satu jam lebih awal besok, aku ingin makan malam bersamamu.”


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

::. Terpisah 11 Tahun, Ayah-Anak Bertemu Berkat Twitter .::

Berkat situs mikroblogging Twitter, seorang pria bertemu dengan putri dan kedua cucunya. Pertemuan mereka berlangsung mengharukan, karena terpisah 11 tahun lamanya. Apalagi pria bernama Daniel Morales ini, tak tahu bahwa ia telah memiliki dua cucu tersebut.

Morales adalah seorang gelandangan yang tinggal di New York, Amerika Serikat. Dia sama sekali tidak menyangka, Twitter dapat mempertemukannya dengan putrinya dan sekaligus beserta dua orang cucu. "Ini sungguh mengagumkan. Aku sangat gembira. Momen ini sangat signifikan dalam hidupku," kata Morales berlinang air mata, kala dia bertemu dengan anaknya, Sarah Rivera yang kini berusia 27 tahun. 

Morales dan Puteri serta kedua cucunya
Dilansir NYDailyNews dan dikutip detikINET, Senin (27/2/2011), Rivera sendiri tidak menduga dapat bertemu dengan ayahnya kembali. Dia sebenarnya sudah sering coba menemukan sang ayah, namun selalu gagal. Kisah pertemuan ini dimulai ketika sebuah kelompok pecinta teknologi di New York, membesut sebuah proyek bernama Underheard. Mereka memberi ponsel pada Morales dan tiga gelandangan lain di New York. Ponsel dengan fitur Twitter ini dipakai untuk mendokumentasikan kehidupan di jalanan.



Twitter milik Morales ternyata laris, menghimpun lebih dari 3000 follower. Nah, pada suatu kesempatan ia menulis tweet untuk menanyakan apakah ada yang mengetahui keberadaan anaknya, Sarah Rivera. Morales terpisah dari Rivera sejak tahun 2000. Ternyata, salah seorang follower Morales mengenal Rivera. Dari sinilah, keduanya kemudian bertemu kembali. Dan yang lebih menggembirakan, Rivera sudah punya dua anak yang lucu. Morales pun senang telah memiliki dua orang cucu.

Namun demikian, tantangan tetap menghadang karena mereka belum punya tempat tinggal tetap. Sungguhpun demikian, Morales tetap bertekad. "Aku akan melakukan apapun untuk menjaga mereka tetap di dekatku," ujarnya.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

::. 4 Wanita Cantik Ini Dulunya Seorang Pria .::

Menjadi seorang transeksual seringkali menjadi cemoohan dan terpinggirkan. Tetapi, tidak bagi empat pesohor di dunia hiburan berikut ini. Mereka mampu menjadi orang sukses meskipun berstatus transeksual dan hal itu tidak menghalanginya dalam berkarya.

Empat wanita ini dulu terlahir sebagai pria. Siapa saja mereka?



1. April Ashley




Lahir pada 25 April 1935, Ashley pernah menjadi model dan pelayan restoran. Ia adalah orang Inggris pertama yang terbuka pada publik sebagai seorang transeksual, pengakuannya dipublikasikan dalam Sunday People pada 1961. Ia juga diketahui sebagai orang Inggris pertama dan kesembilan di dunia yang melakukan operasi ganti kelamin. Ashley lahir dengan nama asli George Jamieson di Smithdown Road Hospital, Liverpool, Inggris dan memiliki lima saudara. Latar keluarganya cukup religius, ayahnya beragama Katolik Roma dan ibunya seorang Protestan.

Pada usia 14 tahun ia bergabung dengan Angkatan Laut dan ketika usianya memasuki 15 karakteristik seksualnya tidak berkembang. Ia berusaha bunuh diri setelah pulang dari Angkatan Laut dan dikirim ke pusat pengobatan mental di Ormskirk untuk pengobatan sengatan listrik. Merasa kehidupannya di Inggris kurang memadai, Ashley pindah ke Paris pada 1950an dan mengganti namanya menjadi Drag Queen. Ia bergabung sebagai pemain dalam pertunjukkan kabaret di Carousel Theatre bersama dengan artis terkenal asal Prancis, Coccinelle. Ashley menjalani operasi ganti kelamin di Casablanca, Maroko. Operasi tersebut dilakukan pada 12 Mei 1960 oleh dokter Georges Burou. Proses operasi sendiri memakan waktu tujuh jam dan berhasil. Ia pun kembali ke Inggris dan dengan bermodal wajah cantik Ashley menjadi model terkenal. Wajahnya terpampang di media bergengsi seperti Vogue. Ashley bahkan mendapat peran di film The Road to Hong Kong, yang dibintangi aktor ternama Bing Crosby dan Bob Hope.

Sebagai seorang transseksual ia hidup normal dan menikah dengan Arthur Corbett pada 1963 tetapi pernikahan tersebut kandas pada 1970. Lalu pada tahun 1980an, Ashley menikah dengan Jeffery West. Baru pada 2005 April Ashley mendapatkan pengakuan secara legal sebagai seorang wanita yang ditandai dengan dikeluarkannya akta kelahiran baru setelah adanya Gender Recognition Act 2004.


2. Dana International


Memiliki nama asli Sharon Cohen, tetapi secara profesional ia dikenal dengan nama Dana International. Lahir di Yaron Cohen pada 1972, Dana merupakan artis pop asal Israel yang sangat terkenal.

Cohen adalah anak bungsu dari tiga bersaudara. Meskipun secara biologis ia lahir sebagai pria, Cohen diidentifikasi sebagai wanita dari usia yang sangat muda, yaitu 13 tahun. Ia bercita-cita menjadi penyanyi sejak berusia delapan tahun setelah melihat penyanyi legendaris Israel, Ofra Haza membawakan lagu 'Chai' di Eurovision Song Contest 1983. Meskipun keluarganya miskin, ibu Cohen bekerja untuk membiayai Cohen belajar musik.

Namanya melambung setelah membawakan lagu berjudul 'Diva' serta memenangkan Eurovision Song Contest pada 1998. Ia disebut-sebut sebagai selebriti transseksual yang paling terkenal di dunia. Karirnya dimulai pada 1992, sejak saat itu ia telah menghasilkan delapan album dan tiga album tambahan. Saat ini, ia menjadi salah seorang juri acara pencarian penyanyi berbakat Israel, Kokhav Nolad.


3. Harisu


Harisu adalah nama panggung dari Lee Kyung-eun, seorang transeksual yang menjadi penyanyi, model dan aktris terkenal asal Korea Selatan. Secara biologis, Harisu yang lahir pada 17 Februari 1975, adalah seorang pria. Ia teridentifikasi sebagai seorang wanita pada saat masih kecil dan menjalani oeprasi pergantian kelamin pada 1990an.

Harisu tercatat sebagai seorang seniman Korea pertama yang seorang transseksual. Pada 2002 ia secara hukum mengganti jenis kelaminnya menjadi seorang wanita. Perhatian publik pertama kali tertuju padanya ketika Harisu tampil dalam sebuah iklan. Iklan tersebut cukup sukses dan membuat kariernya dalam dunia hiburan makin menanjak. Ia pun mengembangkan kariernya dalam bidang musik dan akting.

Sampai saat ini Harisu memiliki lima album rekaman yang terdiri dari berbagai aliran musik seperti tekno dan R&B. Lagunya juga ada yang direkam dalam bahasa mandarin. Pada 2001, Harisu mendapatkan kesempatan untuk berakting dalam film Yellow Hair 2. Sejak saat itu ia pun kebanjiran tawaran untuk membintangi sejumlah film seperti Hi!Honey dan serial drama Korea seperti Colour Blossoms. Kehidupan percintaannya pun berjalan normal. Pada 19 Mei, 2007, Harisu menikah dengan Micky Jung. Mereka sebelumnya sudah berpacaran selama dua tahun.


4. Nong Tum



Lahir sebagai bayi laki-laki pada 9 Juni 1981, Parinya Kiatbusaba kini lebih populer dikenal sebagai Nong Tum. Ia merupakan 'kathoey' (pelaku transeksual dari pria menjadi wanita) paling terkenal di Thailand. Uniknya, sebelum berubah menjadi wanita, Nong Tum adalah seorang petinju (Muay Thai atau tinju ala Thailand). 

Sejak kecil sebenarnya, ia sebenarnya sudah menyadari ada berbeda dari dirinya. Namun, karena orangtuanya tidak mengetahui hal itu, Nong Tum didaftarkan ke sebuah kamp tinju. Dan ternyata, meskipun pembawaannya lebih feminin dibandingkan petinju lainnya, Nong Tum tergolong sebagai petinju berbakat. Ia pun akhirnya mengikuti sejumlah pertandingan. Walau awalnya uang kemenangan ingin ia gunakan untuk operasi ganti kelamin, tetapi ternyata Nong Tum mencintai olahraga tinju.

Kehidupan publiknya dimulai pada Februari 1998, setelah memenangkan pertandingan di Bangkok Lumpini Boxing Stadium, pusat dunia Muay Thai. Media Thailand mulai menyadari ada satu atlet yang feminin, dan gemar mencium serta memeluk lawan mainnya yang lebih kekar. Setelah itu, Nong Tum makin terkenal, karena sering muncul di majalah dan televisi. Ia pun akhirnya menjalani operasi pergantian kelamin pada 1999, sesaat setelah berhenti menjadi petinju. Selepas itu, Nong Tum beralih profesi sebagai penyanyi.

Kisahnya cukup terkenal, dan diangkat menjadi sebuah film bertajuk 'Beautiful Boxer' pada 2003. Film ini menuai banyak pujian dan memenangkan sejumlah penghargaan. Kehidupan Nong Tum sebagai transeksual juga merupakan bagian dari buku 'Ladyboys: The Secret World of Thailand's Third Gender'. Pada Februari 2006, Nong Tum membuat comeback sebagai petinju wanita. Ia beberapa kali memenangkan pertandingan. Hingga akhirnya pada 2010, Nong Tum membuka kamp tinju miliknya, dan menjadi pelatih tinju.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

::. Cinta Bersemi Setelah 40 Tahun Berpisah .::

Herman Dan Roma Rosenblat

Pada suatu hari yang gelap di musim gugur 1942, udara dingin, sangat dingin. Hari itu tak ada bedanya dengan hari-hari lain di kamp konsentrasi Nazi. Aku berdiri menggigil dalam pakaian compang-camping yang tipis, masih tak percaya bahwa mimpi buruk ini benar-benar terjadi.

ku hanya seorang anak laki-laki. Seharusnya aku bermain-main bersama kawan-kawanku; seharusnya aku pergi ke sekolah; seharusnya aku bersemangat menyongsong masa depanku, ketika aku akan menjadi dewasa, menikah, dan membangun keluargaku sendiri. Tetapi, semua impian itu hanya pantas untuk mereka yang masih hidup, dan aku bukan lagi salah satu dari mereka. Aku nyaris mati, mencoba bertahan hidup dari hari ke hari, dari jam ke jam, sejak aku diseret dari rumahku dan dibawa ke sini bersama puluhan ribu orang Yahudi lainnya.

Apakah besok aku masih hidup?
Apakah malam ini aku akan dibawa ke kamar gas?
Aku berjalan mondar-mandir di dekat pagar kawat berduri, mencoba menghangatkan tubuhku yang kedinginan. Aku lapar, tetapi sudah sejak lama aku kelaparan, lebih lama dari yang ingin kuingat-ingat. Aku selalu kelaparan. Makanan yang layak sepertinya hanya ada dalam mimpi. Setiap hari semakin banyak di antara kami menghilang begitu saja, masa lalu yang bahagia tampak semakin samar. Aku kian tenggelam dalam keputusasaan.
Tiba-tiba, aku melihat seorang anak perempuan berjalan di balik pagar kawat berduri. Anak itu berhenti dan memandangku dengan mata sedih, mata yang seakan berkata bahwa dia mengerti, bahwa dia juga tidak bisa menemukan jawab mengapa aku ada di sini. Aku ingin membuang pandang, aku malu dan canggung karena anak perempuan asing itu melihatku dalam keadaan seperti ini. Tetapi, aku tak kuasa mengalihkan mataku dari matanya. Kemudian dia merogoh kantongnya dan mengeluarkan sebutir apel merah. Apel yang cantik, merah kemilau.
Sudah berapa lamakah sejak terakhir kalinya aku melihat apel seranum itu?! Dengan waspada dia menoleh ke kanan dan ke kiri, lalu sambil tersenyum penuh kemenangan cepatcepat melemparkan apel itu melewati atas pagar. Aku lari memungutnya, memeganginya dengan jari-jariku yang gemetar dan membeku. Dalam duniaku yang penuh kematian, apel itu menjadi lambang kehidupan, lambang cinta. Aku mengangkat wajahku dan melihatnya menghilang di kejauhan. Esok harinya, aku tak dapat menahan diri—pada waktu yang sama aku berdiri di tempat yang sama, di dekat pagar. Apakah aku gila mengharapkan dia datang lagi? Tentu saja. Tetapi, di dalam hati aku bergantung pada seiris harapan tipis. Dia telah memberiku harapan, aku harus bergantung erat pada harapan itu.
Sekali lagi, dia datang. Sekali lagi, dia membawakan sebutir apel untukku, melemparkannya lewat atas pagar sambil tersenyum manis seperti kemarin. Kali ini apel itu kutangkap, lalu kupegang tinggi-tinggi agar dia melihatnya. Matanya berbinar. Apakah dia mengasihaniku? Mungkin. Aku tidak peduli. Aku cukup senang bisa memandangnya. Dan untuk pertama kalinya sejak sekian lama, aku merasa hatiku bergetar karena luapan perasaanku. Tujuh bulan lamanya kami bertemu seperti itu. Kadangkadang kami bertukar kata. Kadang-kadang, hanya sebutir apel. Tetapi, bukan hanya perutku yang diberinya makanan. Dia bagaikan malaikat dari surga. Dia memberi makanan untuk jiwaku. Dan entah bagaimana, aku tahu aku juga memberinya makanan.
Suatu hari, aku mendengar kabar mengerikan: kami akan dipindahkan ke kamp lain. Itu bisa berarti kiamat bagiku. Yang jelas, itu merupakan akhir pertemuanku dengan kawanku itu.
Esok harinya ketika aku menyapanya, dengan hati hancur kukatakan apa yang nyaris tak kuasa kusampaikan, “Besok jangan bawakan aku apel,” kataku kepadanya. “Aku akan dipindahkan ke kamp lain. Kita takkan pernah bertemu lagi.” Sebelum kehilangan kendali atas diriku, aku berbalik dan berlari menjauhi pagar. Aku tak sanggup menoleh ke belakang. Kalau aku menoleh, aku tahu dia
akan melihatku berdiri canggung sementara air mata mengalir membasahi wajahku.

Bulan demi bulan berlalu. Mimpi buruk itu terus berlanjut. Tetapi kenangan akan anak perempuan itu mem- bantuku mengatasi saat-saat mengerikan, rasa sakit, dan rasa putus asa. Berkali-kali aku melihatnya dengan mata pikiranku; aku melihat wajahnya dan matanya yang lembut. Aku mendengar kata-katanya yang lembut dan mencecap manisnya apel-apel itu.
Sampai pada suatu hari, mimpi buruk itu tiba-tiba berakhir. Perang sudah selesai. Kami yang masih hidup dibebaskan. Aku telah kehilangan semua milikku yang berharga, termasuk keluargaku. Tetapi aku masih menyimpan kenangan akan anak perempuan itu, kenangan yang kusimpan dalam hati dan memberiku kemauan untuk meneruskan hidupku setelah aku pindah ke Amerika untuk memulai hidup baru.
Tahun-tahun berlalu. Sampai tahun 1957. Saat itu aku tinggal di New York City. Seorang kawan memaksaku melakukan kencan buta dengan seorang wanita kawannya. Dengan enggan, aku menyetujuinya. Ternyata wanita itu manis, namanya Roma. Seperti aku, dia juga seorang imigran. Dengan begitu setidak-tidaknya kami punya persamaan. “Di mana kau selama masa perang?” Roma bertanya kepadaku, dengan cara halus seperti umumnya para imigran yang saling bertanya tentang tahun-tahun itu. “Aku ada di sebuah kamp konsentrasi di Jerman,” jawabku. Mata Roma tampak menerawang, seakan-akan dia ingat sesuatu yang manis namun membuatnya sedih.“Ada apa?” tanyaku.“Aku ingat masa laluku, Herman,” Roma menjelaskan dengan suara yang tiba-tiba menjadi sangat lembut. “Waktu masih kecil, aku tinggal dekat sebuah kamp konsentrasi. Di sana ada seorang anak laki-laki, seorang tahanan. Selama beberapa bulan aku selalu mengunjunginya setiap hari. Aku ingat, aku biasa membawakan apel untuknya. Aku selalu melemparkan apel itu lewat atas pagar. Anak itu senang sekali.”

Roma mendesah panjang, lalu meneruskan, “Sulit menggambarkan bagaimana perasaan kami masing-masing—bagaimanapun waktu itu kami masih muda sekali. Bahkan jika situasi memungkinkan pun kami hanya bertukar beberapa kata—tetapi aku yakin, waktu itu di antara kami tumbuh cinta yang tulus. Aku yakin dia pasti dibunuh seperti yang lain-lain. Tetapi, aku tak sanggup membayangkan itu. Karenanya, aku berusaha mengenangkan dia seperti yang kulihat di bulan-bulan itu, ketika kami sedang bersama-sama.”Dengan jantung berdegup kencang hingga kupikir nyaris meledak, aku menatap Roma lekat-lekat dan bertanya, “Apakah pada suatu hari anak laki-laki itu berkata kepadamu, ‘Besok jangan bawakan aku apel. Aku akan dipindahkan ke kamp lain’?”
“Wah, ya,” sahut Roma, suaranya bergetar.
“Tapi, Herman, bagaimana mungkin kau bisa tahu itu?”
Aku meraih tangannya dan menjawab, “Karena aku adalah anak laki-laki itu, Roma.”

Detik-detik berlalu lambat. Yang ada hanya keheningan. Kami tak dapat mengalihkan mata kami. Lama kami saling memandang. Kemudian, setelah tirai waktu terangkat, kami mengenali jiwa di balik mata yang saling bertatapan, kami mengenali kawan yang manis dan pernah sangat kami cintai, yang selalu kami cintai, yang tak pernah hilang dari kenangan kami.
Akhirnya, aku berkata, “Roma, aku pernah dipisahkan darimu. Sekarang aku tidak ingin dipisahkan lagi darimu. Sekarang aku bebas, aku ingin selalu bersamamu, selamanya. Sayangku, maukah kau menikah denganku?”

Aku melihat binar-binar yang sama di mata yang dulu sering kupandangi itu ketika Roma menjawab,“Ya, aku mau menikah denganmu.” Lalu kami berpelukan, pelukan yang sudah kami dambakan selama berbulan-bulan, tetapi terhalang oleh, pagar kawat berduri yang memisahkan kami. Sekarang, tak ada lagi yang akan memisahkan kami. Hampir empat puluh tahun telah berlalu sejak aku menemukan Roma-ku lagi. Nasib mempertemukan kami untuk pertama kalinya di masa perang, untuk menunjukkan kepadaku adanya janji harapan. Sekarang, nasib pula yang mempersatukan kami untuk menunaikan janji itu.

Hari Valentine tahun 1996. Kuajak Roma ke acara Oprah Winfrey Show untuk menghormatinya di siaran televisi nasional. Di depan jutaan pemirsa, aku ingin mengatakan kepadanya apa yang kurasakan dalam hatiku setiap hari:

“Kekasihku, kau memberiku makanan di kamp konsentrasi ketika aku kelaparan. Aku akan tetap lapar dan dahaga akan sesuatu yang rasanya takkan pernah cukup kuperoleh: Aku lapar dan dahaga akan cintamu.”

Herman dan Roma Rosenblat
Seperti diceritakan kepada Barbara De Angelis, Ph.D.



  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

::. Sup Bayi, Masakan Penambah Birahi? Astagfirullah...!!! .::

Cerita ini ditulis oleh seorang wartawan di Taiwan sehubungan dengan adanya gosip mengenai makanan penambah kekuatan dan stamina yang dibuat dari sari/kaldu janin manusia. 'Healthy Soup' yang dipercaya dapat mendapat stamina dan keperkasaan pria terbuat dari janin bayi manusia berumur 6 - 8 bulan dapat dibeli perporsi seharga 3000-4000 RMB (mata uang setempat).


Salah seorang pengusaha pemilik pabrik di daerah Tong Wan, Taiwan mengaku sebagai pengkonsumsi tetap 'Healthy Soup'. Sebagai hasilnya, pria berusia 62 tahun menjelaskan khasiat 'Healthy Soup' ini mempertahankan kemampuannya untuk dapat berhubungan seks beberapa kali dalam semalam.

Penulis diajak oleh pengusaha tersebut di atas ke salah satu restoran yang menyediakan 'Healthy Soup' di kota Fu San - Canton dan diperkenalkan kepada juru masak restoran tersebut. Kata sandi untuk
'Healthy Soup' adalah BAIKUT. Juru masak restoran menyatakan jenis makanan tersebut tidak mudah didapat karena mereka tidak tersedia 'ready stock'. Ditambahkan pula bahwa makanan tersebut harus disajikan secara fresh, bukan frozen.

Tetapi kalau berminat, mereka menyediakan ari-ari bayi (plasenta) yang dipercaya dapat meningkatkan gairah seksual dan juga obat awet muda. Juru masak restoran tersebut mengatakan jika memang menginginkan Healthy Soup', dia menganjurkan untuk datang ke sebuah desa di luar kota dimana ada sepasang suami istri yang istrinya sedang mengandung 8 bulan.

Diceritakan pula bahwa si istri sebelumnya sudah pernah mengandung 2 kali, tetapi kedua anaknya lahir dengan jenis kelamin perempuan. Jika kali ini lahir perempuan lagi, maka 'Healthy Soup' dapat didapat dalam
waktu dekat. Cara pembuatan 'Healthy Soup', seperti yang diceritakan oleh jurnalis yang meliput kisah ini adalah sebagai berikut: Janin yang berumur beberapa bulan, ditambah Pachan, Tongseng, Tongkui, Keichi, Jahe, daging ayam dan Baikut, di tim selama 8 jam, setelah itu dimasak selayaknya memasak sup.

Beberapa hari kemudian seorang sumber menghubungi penulis untuk memberitahukan bahwa di Thaisan ada restoran yang sudah mempunyai stok untuk 'Healthy Soup'. Bersama sang pengusaha, penulis dan fotografer
pergi ke restoran di Thaisan untuk bertemu dengan juru masak restoran tersebut yang tanpa membuang waktu langsung mengajak rombongan untuk tour ke dapur.

Di atas papan potong tampak janin tak bernyawa itu tidak lebih besar dari seekor kucing. Sang juru masak menjelaskan bahwa janin tersebut baru berusia 5 bulan, tidak dijelaskan berapa harga belinya, yang pasti
itu tergantung besar-kecil, hidup-mati janin tersebut dan sebagainya (Astaqfirullah Haladzim!!!).

Kali ini, harga per porsi 'Healthy Soup' 3,500 RMB karena stok sedang sulit untuk didapat. Sambil mempersiapkan pesanan kami, dengan terbuka juru masak tersebut menerangkan bahwa janin yang keguguran atau di gugurkan, biasanya mati, dapat dibeli hanya dengan beberapa ratus RMB saja, sedang kalau dekat tanggal kelahiran dan masih hidup, bisa semahal 2..000 RMB. Urusan bayi itu diserahkan ke restoran dalam keadaan hidup atau mati, tidak ada yg mengetahui.

Setelah selesai, 'Healthy Soup' disajikan panas di atas meja, penulis dan fotografer tidak bernyali untuk ikut mencicipi, setelah kunjungan di dapur, sudah kehilangan semua selera makan, maka cepat-cepat
meninggalkan mereka dengan alasan tidak enak badan. Menurut beberapa sumber, janin yang dikonsumsi semua adalah janin bayi perempuan. Apakah ini merupakan akibat kebijaksanaan pemerintah China
untuk mewajibkan satu anak dalam satu keluarga yg berlaku sampai sekarang, atau hanya karena kegemaran orang akan makanan sehat sudah mencapai suatu kondisi yang sangat terkutuk.

Catatan:
Harap teruskan cerita ini kepada setiap orang demi menghindari penyebarluasan kebiasaan yang tak berperikemanusiaan tersebut. Sebagai manusia beragama dan berpikiran sehat, kita berkewajiban untuk
menghentikan tindakan kanibalisme dalam bentuk dan alasan apapun. Bangsa manusia adalah bangsa yang derajatnya paling tinggi dari mahluk apapun di bumi ini, dan tindakan tersebut adalah tindakan yang sesungguhnya bukan berasal dari pemikiran manusia waras. Perhatian : gambar di bawah berisi gambar-gambar yang sangat memilukan hati. Jangan dilihat jika tidak yakin anda cukup kuat !!







Astaqfirullah Haladzimmm....





  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS